BUPATI BERAU
Pada Acara :
Peringatan Isra Mi'raj
Nabi Muhammad SAW
Tahun 1437 H/2016 M
Di Masjid Muhajirin
Sambaliung
Tanggal 15 Mei 2016
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Mengawali sambutan ini, saya mengajak hadirin
sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada malam yang khidmat ini
kita dapat bersilaturahmi
kembali dalam rangka kita bersama – sama menghadiri peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad
SAW, Tahun 1437 Hijriyah di Muhajirin Kecamatan Sambaliung.
Shalawat dan salam, semoga tercurah kepada
junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat,
dan para pengikut Rasulullah dan InsyaAllah termasuk kita semua
hingga akhir zaman.
Hadirin yang saya muliakan,
Di dalam peringatan Isra dan Mi’Raj Nabi Besar Kita
Muhammad SAW kali ini, tentunya kita
dapat memetik pelajaran dan hikmah dari peristiwa yang sangat bersejarah dan
yang sarat makna serta nilai-nilai illahiah dan ilmiah.
Dengan
semangat seperti inilah kita tentunya serta merta telah menteladani beliau, dan dari upaya kita
menteladani Nabi Besar kita Muhammad SAW tentunya kita senantiasa mendapat pencerahan, pencerdasan, dan
pemahaman makna peristiwa Isra Mi'raj dari berbagai sudut pandang perspektif. Jika kita kaitkan dengan sudut pandang perspektif
ilmiah Pemahaman peristiwa
IsraMi'raj memang terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman, yang ditandai oleh temuan-temuan baru yang makin
sejalan dengan apa yang tertuang dalam Al-Qur'an. Hikmah yang makin menegaskan
bahwa Al Qur'an berisi tuntunan ajaran agama yang bersifat rasional. Ajaran
yang mengajak umatnya untuk mengedepankan akal dan kecerdasan berpikir secara
seimbang, dengan penerapan nilai-nilai universal ajaran illahi.
Sejak
berabad-abad silam, penelitian dan pengkajian peristiwa Isra Mi'raj telah
dilakukan oleh para ilmuwan dan agamawan. Mereka terus melakukan riset
mendalam, baik dalam perspektif keagamaan maupun sains dan teknologi. Isra
Mi'raj merupakan peristiwa besar yang terus mendorong ke arah
pemahaman ciptaan Allah secara lebih akurat dari waktu ke waktu, dari zaman ke
zaman.
Saudara – saudara sekalian yang berbahagian,
Hikmah
peringatan Isra Mi'raj, disamping memperteguh keimanan dan ketakwaan umat
Islam, juga membangkitkan semangat keilmuan dan pengetahuan umat dalam menguak
misteri dan potensi alam semesta, ciptaan Allah SWT. Keberimbangan antara
kedalaman iman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghadirkan
harapan terus berkembangnya kehidupan dunia yang maju dan bermartabat.
Keseimbangan yang memberi harapan bagi terwujudnya kehidupan yang sejahtera dan
berkeadilan, dalam cahaya kebesaran dan rahmat Allah SWT.
Dalam
kaitan itulah, peringatan Isra Mi'raj yang kita selenggarakan setiap tanggal 27
Rajab, selain untuk menyemarakkan syi'ar Islam, juga untuk memperkokoh
keyakinan iman kita kepada Allah SWT.
Dalam peringatan ini, kita mengingat kembali
perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di kota Mekkah ke
Masjidil Aqso di Palestina, lalu naik ke derajat yang paling tinggi di
Sidratul Muntaha. Perjalanan yang harus diyakini dengan keyakinan iman, serta
didekati dengan pendekatan illahiah dan ilmiah.
Isra
Mi'raj memberi pelajaran yang mendalam kepada kita, bahwa Allah SWT akan
senantiasa hadir menyemangati siapapun yang sungguh-sungguh berjuang di
jalan-Nya,dengan ketulusan dan kesabaran.
Allah SWT meng-Isra-Mi'raj-kan Nabi Muhammad SAW
disaat beliau dalam kegundahan karena mengalami ujian berat, dengan
wafatnya Siti Khadijah, isteri beliau, dan Abu Thalib, paman beliau, yang gigih
menjadi pendamping dan pelindung setianya dalam perjuangan mengemban tugas kerasulannya, khususnya dalam menghadapi kerasnya tantangan
dari kaum kafir quraisy. Dengan demikian, Isra Mi'raj memberi pelajaran
penting bahwa Allah SWT akan senantiasa hadir memperteguh keyakinan dan
semangat juang bagi siapapun, yang bekerja keras dan berjuang di jalan Allah
SWT.
Hadirin dan Hadirat sekalian yang
saya muliakan,
Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun ini, kita
peringati di saat Daerah kita menghadapi moment
penting bagi kami selaku Kepala
Daerah dan Juga Wakil Kepala Daerah, dimana pada hari ini adalah
merupakan ke 97 hari masa kepemimpinan kami, dimana di dalam masa – masa ini
juga Saya bersama Bapak Wakil Bupati tengah menghadapi begitu banyak
problematika yang ada di daerah ini, dan hal ini menjadi sebuah konsekwensi
untuk menjadi Pekerjaan Rumah bagi kami agar kembali menata menjadi lebih baik
lagi, dan alhhamdulillah satu demi satu Pekerjaan Rumah tersebut bisa kita realisasikan
dengan dukungan segenap pihak masyarakat yang ada di daerah ini, kami
senantiasa merasa terbantu, dan hal ini adalah merupakan komitmen kita bersama
untuk menjadi kan Kabupaten Berau sebagai daerah yang baik, Rakyatnya Adil makmur
serta pembangunan yang merata sesuai dengan cita cita kita sekalian.
Insya
Allah dimasa – masa yang akan
datang kita akan terus menata Pembangunan Daerah yang kita cintai ini dengan
dimulai dari pinggiran, kami atas nama Pemerintah Daerah tentunya dengan
segenap tenaga dan pikiran yang ada terus berupaya untuk membawa konsep yang
kami giring agar menjadikan Pembangunan yang Pro Rakyat senantiasa terwujud
Bersama.
Dan bersamaan
dengan moment yang berbahagia Kali ini, Melalui Peringatan Isra dan Mi’raj Nabi
Besar kita Muhammad SAW, tentunya serta merta menjadi penyemangat bagi kami
untuk senantiasa bekerja, bekerja, bekerja dengan semangat keteladanan beliau
sebagaimana kita pada hari ini bisa menikmati indahnya Islam, Indahnya hidup
dan Berkehidupan.
Oleh karena itu mari kita
jadikan amanah keteladanan beliau yang dapat kita rasakan kali ini, untuk menjadi
renungan kita agar semua bekerja dan bersama sama membangun daerah yang kita
cintai ini, rapatkan barisan, satukan kebersamaan, hilangkan fitnah serta isu –
isu yang pada akhirnya akan memecah belah kita semua.
Saudara-saudara Kaum Muslimin dan
Muslimat yang di rahmati oleh Allah
SWT,
Hadirin dan Hadirat yang saya
muliakan,
Mengakhiri
sambutan ini, saya mengajak kepada umat Islam yang ada di daerah ini untuk senantiasa memperteguh keyakinan dan
semangat kita untuk melanjutkan pembangunan ke arah yang lebih maju. Mari kita
bangun daerah kita dengan kebersihan jiwa dan
kesucian nurani, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW agar kita senantiasa menjadi bangsa yang maju dan sejahtera.
Sesungguhnya
masa depan kita sekalian
adalah berada di tangan kita
semua. Mari kita berupaya dan bekerja keras untuk mewujudkan Daerah yang makin maju, makin adil, dan makin sejahtera.
Ingatlah, Tuhan tidak akan mengubah nasib dan masa depan kita sekalian, kecuali kita sendiri yang mengubahnya, tentu
dengan izin dan pertolongan Allah SWT.
Sekalilagi, marikita
bangun tatanan masyarakat berilmu sebagai ciri dari bangsa yang berdaya saing
tinggi yang mampu membawa kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan menuju
masyarakat Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur.
Semoga
Allah SWT mengabulkan niat baik dan cita-cita mulia ini, dengan
bimbingan, petunjuk dan perlindungan-Nya kepada kita sekalian, dalam
membangun hari esok yang lebih cerah dan gemilang.
Sekian dan terima
kasih,
Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Bupati Berau,
H. Muharram, S.Pd, MM
0 komentar:
Posting Komentar